Mengapa Para Nabi Diutus?

Nabi Muhammad

Nabi MuhammadDengan kekuasaan dan kemurahan sifatNya, Allah SWT. mengangkat sejumlah orang menjadi utusanNya, para Nabi dan Rasul. Merekalah orang-orang kepercayaan Allah di bumi untuk menyampaikan risalahNya kepada umat manusia. FirmanNya:

“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,”(QS. an-Nahl: 43).

Semua utusan Allah adalah manusia yang memiliki tabiat istimewa dan diberi keistimewaan pula, yakni mukjizat. Seluruhnya mengemban adalah orang-orang yang taat kepada Allah dan diberi kesabaran yang luar biasa dalam mengemban amanah besar ini.

Sekurangnya ada dua tujuan diutusnya para nabi dan rasul ke tengah-tengah umat manusia. Pertama, sebagai guide bagi manusia dalam mengikuti wahyu yang diturunkan Allah kepada mereka. Tanpa ada orang yang menjelaskan perintah dan larangan Allah akan sangat susah dan berat bagi umat manusia untuk memahami dan menjalankan aturan-aturanNya. Allah berfirman:

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan Hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,”(QS. al-Jumuah: 2).

Kedua, Allah sengaja mengutus para nabi dan rasul agar tidak seorang manusia pun tidak beriman kepada Allah SWT. dan menjalankan aturanNya dengan alasan Allah belum pernah memberi peringatan.  Dengan datangnya para nabi dan rasul ke tengah-tengah umat manusia, khususnya Rasulullah saw. yang diutus bagi seluruh umat manusia, maka tidak akan diterima lagi semacam itu. Firman Allah SWT.

“(mereka Kami utus) selaku Rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya Rasul-rasul itu. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(QS. An-Nisa: 165).

Sungguh terlalu jika manusia masih beralasan belum dapat petunjuk sehingga menolak untuk terikat dengan aturan Islam. Kecuali jika mereka hidup di jaman purba ketika Allah belum mengutus seorang Nabi atau Rasul, alasan itu mungkin masih bisa diterima. Tapi sekarang, Allah sudah turunkan aturan Islam dengan sempurna melalui perantaraan Nabi terakhir, Muhammad saw. Sehingga hanya kematian atau kafir, alasan yang bisa melepaskan manusia dari aturan hidup Islam. [@iwanjanuarcom]

2 Comments

  1. […] untuk jiwa manusia. Oleh karena itu, kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada Rasul yang paling mulia (yaitu Rasulullah SAW) dengan bahasa yang paling mulia, melalui […]

  2. […] Imam Ibnu Katsir menyatakan bahwa seandainya Muhammad memang benar menambah atau mengurangi risalah yang dibawanya — seperti yang dituduhkan kaum musyrikin –, niscaya akan disegerakan azab […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *